Latest News

Oleh-oleh Ilmu dari Scientific Round Table II 2015 (JAIST)

Bergaulah dengan Alim ulama ahli ibadah, niscaya akan meningkatkan derajat keimanan kita... lebih dari itu, bergaulan dengan orang-orang hebat dan luar biasa (pada bidang keilmuan masing2x), niscaya derajat keilmuan kita akan bertambah walaupun sebesar butiran debu mikroskopis :)

Melalui artikel curhat ini saya ingin mengabadikan pemahaman ilmu baru yang saya peroleh dari mengikuti kegiatan Scientific Round Table PPI Ishikawa untuk ke dua kalinya (mungkin artikel tentang SRT I akan saya buat menyusul dan back date kqkqkqk). Sebelumnya, apakah itu Scientific Round Table?
Scientific Round Table disingkat SRT adalah agenda rutin triwulan PPI Ishikawa, dimana pada kegiatan tersebut, beragam peneliti dari beragam bidang ilmu mempresentasikan secuil dari hasil kajian riset mereka selama di Jepang. Memang hanya secuil, tapi itu sungguh membuka cakrawala pengetahuan yang sangat luas bagi yang belum mengetahuinya, apalagi bagi saya yang orang awam.

SRT II kemarin dilaksanakan di Kampus JAIST (Japan Advanced Institute of Science and Technology). kampus yang agak-agak nyangsrang diatas gunung tanpa akses transportasi publik selain shuttle bus dari stasiun Tsurugi. (percaya deh.. kalo jalan... cape...). Pada SRT ke 2 ini dihadirkan 5 Pembicara, yang terdiri dari 3 Ongoing Researcher, 1 orang PhD yang insya Allah akan kembali ke Indonesia, dan 1 orang Professor tamu Kyoto University asal Indonesia.

Berikut adalah rangkuman, atau setidaknya apa yang saya bisa tangkap dan share di blog ini. Terlalu banyak ilmu baru  yang di dapatkan.. kesannya.. luar biasa.

5G : Tren Teknologi dan Potensi Manfaatnya Untuk Indonesia. (*Ade Irawan)
riset teknologi 5G Ade irawan
Bapak Ade Irawan adalah Mahasiswa Ph.D di JAIST dibawah bimbingan Bapak Khoirul Anwar, pemegang salah satu patent  teknologi 4G . Hayo siapa yang baru taw kalau slaah satu patent teknologi 4G ditemukan oleh orang Indonesia???. Ya beliau menggambarkan tentang ongoing riset 5G yang kalau bicara teknis pasti keburu butek dan otak saya ga kesampean haha. saya rangkum saja yang saya dapatkan dari materi ini.
- 5G is wickedly fast... 1 gigabyte per second.
- low energy consumption
- Dapat tetap berjalan pada kondisi ekstrem seperti bencana alam (gempa, dsb)
- Virtual Reality dan Augmented Reality is a possibility (Check Video)



Adolescent Sexual and Reproductive Health Model (Do Famiy and Community Understand How Fullfilment Based on Cultural in Indonesia) (*Tantut Susanto)

Tantut Susanto Dosen Jember
Bapak Tantut Susanto adalah mahasiswa Program Doctor of Nursing di Kanazawa University.
Nah kalo ini, serasa membawa kembali kenangan semasa kuliah.. apa itu masalah sosial, kesehatan reproduksi remaja, komunikasi sosial, peer to peer relationship, dan sebagainya. Inti dari penelitian Pak Tantut adalah menemukan model terbaik dalam masalah kesehatan reproduksi remaja. Bagaimana pendidikan seks, pendidikan kesehatan reproduksi remaja dikaitkan dengan kondisi kultural keagamaan di Indonesia. Karena beliau berasal dari Universitas Jember di kota Jember yang isinya Pesantren semua, tentunya penelitian beliau tidak lepas dari kehidupan pesantren dan pendekatan keagamaan dalam hal ini agama islam. Karena ini masih dalam ongoing research, jadi belum banyak yang bisa saya tangkap dan curhatkan disini selain.... data dan fakta penyimpangan perilaku sosial di anak remaja di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Saya jadikan bekal pribadi sebagai seorang ayah....

Growing Tradition : Utilizing Banana Plants as a Design Element of Javanese Culture (*Maharani Dian Permanasari)

maharani dian permanasari kanazawa university
Nah kalau Ibu Maharani Dian Permanasari yang akrab dipanggil Mba Rani ini berlatar belakang product design, alumni ITB yang terobsesi dengan yang namanya Pisang... iya, segala jenis pisang, kalau ngga salah beliau bilang terdapat 80++ jenis pisang di Indonesia :). Beliau meneliti pisang dari segi manfaat kegunaan, sampai ke sisi budaya dari pohon pisang semenjak studi Strata 1 hingga sekarang Strata 3. Banyak sekali pengetahuan tentang pisang yang saya dapatkan disini, namu dari segi akademis sulit menuliskannya, dan juga takut salah haha..
Tapi berikut ada  beberapa yang menarik bagi saya sebagai orang awam..
- serat pelepah pisang yang diolah dapat menyerupai serat eceng gondok dan bahkan pengganti fabric material. sehingga bisa dibuat tas, ataupun sandang lainnya.
- pelepah pisang yang di olah dan di anyam merupakan sound absorber yang sangat baik. saya lihat foto2x desain interior menggunakan anyaman pisang ini. luar biasa keren (y)
- Mungkin itu sebabnya Pisang dan Kelapa selalu ada dalam setiap upacara budaya Jawa... pemanfaatan dan kegunaannya... buanyak. dari daun sampai akar..(mungkin akar pisang belum ya..)

4. Spintronics Theory : Utilize and Controlling Electroc Spin (Generation, Manipulatian and Detection) (*Muh.Adhib Ulil Absor)

Muh Adhib Ulil Absor UGM
Bapak Adhib adalah Dosen di Jurusan Fisika, FMIPA, UGM yang baru saja menyelesaikan sidang defense disertasinya di Kanazawa University dan mendapatkan Ph.D.
Judul penelitiannya Sound confusing bin Futuristik? ya memang, ini sangat sangat Fisikawi sekali (fisikawi?? qkkq). Mungkin kalo baca judul kita akan garuk2x kepala sambil ngupil dan sok ngangguk2x hehehe.
Tapi ini yang saya tangkap. kalian tahu processor? Intel core 233, pentium I, II, II? Intel Celeron, i3, i5, i7, Xeon, dsb? ya basic bahannya adalah SILIKON. Perkembangan teknologi processor mentok di generasi terakhir ini, tapi bukan karena teknologinya yang mentok.. tapi bahannya yang mentok. Silikon sudah dalam tahap jenuh untuk dikembangkan, can't be more faster, can't be more efficient !..
Pencarian bahan semikonduktor baru terus bermunculan, terakhir adalah Graphene yang penemunya berhasil mendapat hadiah Nobel.
Nah dalam pengujian teori ini, Pak Adhib menggunakan ZnO (Seng Oksida), yang ternyata dalam hasil kajiannya lebih stabil dan membuka peluang baru dikembangkannya teknologi semikonduktor baru di masa depan (CMIIW).

5. Science and Technology Situation di Indonesia (Prof. Irawan Yusuf)

Prof Irawan Yusuf hiroshima university
Professor Irawan Yusuf adalah seorang dokter dari Universitas Hasanuddin Makassar dan juga anggota Dewan Teknologi Nasional. Beliau menyempatkan hadir dan membagi ilmunya di SRT II ini di sela2x kesibukan beliau menjadi Professor tamu di Kyoto University.
Satu hal pertama yang saya tangkap, dan mungkin bagi yang kuliah setuju. Dapat kuliah dari Professor berpengalaman itu rasanya luar biasa dibandingkan dosen muda :). Teringat kembali kuliah umum oleh [Alm] Professor Winandi waktu saya kuliah dulu, auranya beda.

Anyway, Prof. Irawan dalam pemaparannya membahas tentang situasi sains dan teknologi di Indonesia yang menurut  beliau hehe.. tuhan pun menangis kalau ditanya kapan kemajuan Iptek Indonesia menyamai Jepang. Banyak ilmu yang didapatkan, tapi saya ingin membahas 1 fokus yang menurut saya menarik, yaitu tentang "Object Oriented Approach" dan "Relationship Oriented Approach".
Apa itu??
bahasa orang awam seperti saya begini, Object Oriented Approach contohnya adalah kita melihat ITB hebat dalam sains dan peralatan, LIPI memiliki kapabilitas research, IPB memiliki agricultural research, dsb. Orang hanya memandang Institusi itu sebagai Objek yang wah.. tanpa pernah melihat relationship/hubungan diantara mereka. (setuju??). Contohnya begini, saya seorang peneliti dari Universitas biasa-biasa saja, dan alat ukur penelitian saya hanya ada di ITB.. tapi kalau saya mau meminjam alat/lab untuk itu.. nyembah2x pun belum tentu di kasih kqkqkq.
Nah di Jepang menurut Prof.Irawan, lebih mengedepankan Relationship Oriented Approach, bagaimana semua objek itu saling bersinergi satu sama lain. Contohnya rumah sakit A memiliki peralatan supercanggih, nah pasien dari rumah sakit lain dapat dengan mudah dan dipermudah untuk di transfer atau di rawat di rumah sakit A. begitu juga dalam ranah RnD (riset and development). Universitas? sama saja. seperti Mahasiswa2x Kanazawa University dapat juga menggunakan Superkomputer milik JAIST (walau tentunya harus mengantri). Sinergi diantara objek2x tersebut menyebabkan penelitian kolaboratif berjalan, biaya pun bisa ditekan, karena sebagai contoh.. setiap RS di Indonesia pengen tuh punya MRI yang mahal, minjam or kirim ke RS lain sulit or gengsi, akhirnya beli. Nah, alat mahal.. utilitas minim.. buang2x uang. Coba jika relationship oriented approach ini berjalan.. semuanya bisa lebih efektif dan efisien.

berputar ke lingkup lebih kecil, lingkup kampus.. kegiatan mahasiswa, jika ada fakultas/jurusan mengadakan kegiatan seni.. menggandeng anak2x seni rupa, seni tari, seni musik, desain grafis, dsb yang terkait untuk berperan serta. Pastinya acaranya lebih (y).... ah dan banyak lagi. saya sangat setuju dengan professor Irawan mengenai menguatkan Relationship ini.. dalam bidang apapun.

Least but not least.. Scientific Round Table sungguh sangat bermanfaat... bertemu orang-orang hebat dan luar biasa !
Sayonaraaa.. see you in SRT III


livingkanazawa

1 Response to "Oleh-oleh Ilmu dari Scientific Round Table II 2015 (JAIST)"